Sunday, January 23, 2011

TARBIYAH ISLAMIYAH


Tarbiyah? Apa maksud tarbiyah? Biasa dalam usrah selalu je dengar perkataan ni tapi kadang-kadang konfius. Salah satu bahasa arab yang agak famous la jugak.haha. (sbb xtaw sgat ckap bahse arab sgat). 1st time saya dengar tarbiyah bagi saya maksudnya ialah satu proses pembelajaran. Ala-ala macam belajar dekat sekolah tue.. ada cikgu ad students. Murrobi atau kakak usrah kita la cikgu dan kita sebagai mad’u mereka la students. Tapi sejauh mana kebenarannya? Mari kita terjah maksud tarbiyah islamiyah yang sebenarnya! ;)

Tarbiyah Islamiyah secara umum difahami sebagai pendidikan Islam, yang bertujuan memberikan gambaran Islam dengan benar dan menyeluruh, yang meliputi seluruh aspek kehidupan, bukan hanya sebagai ibadah ritual saja, sehingga peserta tarbiyah, dapat memahami wajah Islam yang sebenarnya dan menjadikan Islam sebagai pedoman hidup .

Tarbiyah Islamiyah yang dibawa oleh Rasulullah SAW adalah untuk memperbaiki manusia dan merupakan cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia secara langsung dalam bentuk keteladanan untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik yang akan melahirkan kepribadian yang utuh, tidak terpecah dan bercabang. Peribadi yang mantap dengan keterpaduan pribadi Muslim yang tercermin dalan keteguhan akidah, keluhuran akhlaqnya, kebersihan hatinya, kebaikan tingkah lakunya, baik dalam ibadahnya dan masyarakat

Tarbiyah merupakan salah satu dari kewajiban seorang Muslim,

Sebagaimana firman Allah SWT,

"Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang beriman itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." (QS. 9: 122)

Tarbiyah
merupakan proses pembelajaran yang terus menerus, dalam hal ini adalah pendidikan yang berkesinambungan dan pendidikan seumur hidup. Dengan pendidikan yang seumur hidup inilah maka tarbiyah harus diiringi dengan kekuatan untuk mempertahankannya, sehingga tidak menjadi surut di akhirnya.

Ada tiga prinsip yang dapat menjaga agar tarbiyah ini dapat terus berkesinambungan, yaitu:

1. Keimanan dan keislaman yang utuh yang senantiasa menjadikan individu tersebut beramal shaleh.

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. 2: 208)

"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah kami turunkan. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Ingatlah hari yang waktu itu Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (hisab), itulah hari ditampakkannya kesalahan-kesalahan. Barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal sholeh, maka Allah akan menghapuskan segala kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar." (QS. 64: 8-9)

2. Hubungan yang baik di antara peserta tarbiyah dengan bentuk kecintaan sesama peserta tarbiyah karena Allah.

"Dan berpeganglah kamu semua kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (semasa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu jadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara.?" (QS. 3: 103)

3. Pengorbanan yang tulus, baik itu pengorbanan harta benda, pemikiran, waktu, dan lain-lain.

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka?." (QS. 9: 111)

Tarbiyah di dalamnya memiliki tiga kegiatan, iaitu :

1. Tilawah (membaca)
Maksudnya adalah berusaha memahami Al Qur'an dan mengamalkannya atau dengan kata lain menjadikan Al Qur'an sebagai pedoman hidup.

"Bacalah dengan nama Rabbmu yang menciptakan (sekalian makhluq)." (QS. 96:1)

"Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa." (QS. 2: 2)

2. Tadzkiyah (mensucikan)
Mensucikan diri dari segala kekotoran jiwa seperti kemaksiatan dan kejahiliyahan.

"Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaan-Nya), maka Allah mengilhami kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (QS. 92: 17-21)

3. Ta'lim (mengajarkan)
Dari pemahaman yang telah kita dapatkan melalui tiwalah tadi dan melaksanakan tadzkiyah, kita mengajarkan kembali Al Qur'an dan diharapkan dengan mengajarkan kembali, kita dapat lebih memahami lagi Al Qur'an tersebut.

"Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab dan hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia, 'Hendaklah kami menjadi penyembah-penyembahku, bukan penyembah Allah.' Akan tetapi (dia berkata), 'Hendaklah kami menjadi orang-orang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya." (QS. 3: 79)

Bagi merealisasikan sasaran dalam proses tarbiyah, terdapat beberapa aspek yang perlu diberi perhatian seperti halaqah, mabit, rehlah, mukhayyam dan jaulah. Di antara sarana tarbiyah tersebut, halaqah atau usrah merupakan tunjang utama dalam pembentukan individu muslim dalam diri setiap umat.

Dalam proses tarbiyah melalui halaqah ini, setiap mad’u akan berada secara langsung di bawah asuhan seorang murabbi. Sehingga setiap kecenderungan dan perubahan yang terjadi akan bisa dipantau oleh murabbi di mana setiap pengisiannya bersumberkan Al quran dan As sunnah. Sesungguhnya perjalanan tarbiyah melalui sistem halaqah mampu memantapkan proses penyiapan individu muslim secara integral.

Jadi, buat sahabat-sahabat yang sudah mula menceburkan diri dalam usrah sama ada secara langsung atau tidak langsung harus konsisten dengannya dan menanamkan semangat untuk meneruskan sunah nabi ini. Kita juga harus menghadiri setiap program yang sudah di aturkan oleh murabbi kita supaya di akhirnya kita supaya bisa membina peribadi individu muslim yang utuh. Force yourself! Mujahadah melawan nafsu. Insya’Allah. Semoga perjalanan kita mencari redhaNya dipermudahkan~

2 comments:

Nur Syafiqah said...
This comment has been removed by the author.
Munirah Hamzah said...

Salam akak.

Pencerahan yang super duper osem akak. RIngkas dan memang senang paham. Alhamdulillah saye jumpa blog akak.

Akak bleh tak kasi link kat mana sources of apa yang akak tulis ni? Kalau boleh saya nak tahu sources kepada ilmu2 yang saya nak kutip dari blog akak. Itu sangat2 membantu.

Jazakillahu khairan kathiran akak. =)